Jurnalsembilan.com | Tangerang – Polsek Cikupa Polresta Tangerang Polda Banten, di bawah kepemimpinan Kapolsek Kompol Johan Armando Utan, S.IK., M.H., menggelar pertemuan silaturahmi dan koordinasi bersama elemen masyarakat di wilayah hukum Kecamatan Cikupa, Sabtu malam (30/8/2024) sekitar pukul 20.00 WIB di Mapolsek Cikupa.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan LSM, ormas, tokoh masyarakat, serta awak media. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antar-elemen sekaligus meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Cikupa.
Kapolsek Cikupa, Kompol Johan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga situasi tetap kondusif, terutama pasca maraknya aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di beberapa daerah di luar Kabupaten Tangerang.
Situasi Kamtibmas sempat terganggu akibat demo aspirasi yang berujung anarkis. Ada bentrokan antara massa aksi dengan aparat keamanan, bahkan sampai merusak fasilitas umum. Hal ini harus kita antisipasi bersama agar tidak terjadi di wilayah Cikupa,” jelasnya.
Kompol Johan menambahkan, keamanan wilayah tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat TNI dan Polri, tetapi perlu dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.
Kamtibmas di Kecamatan Cikupa adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menjaga agar kondisi tetap aman dan terkendali,” tegasnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini, di antaranya RT Onye (Penasehat Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Cikupa, mewakili Ketua A. Gunawan Pektay), Ketua BPPKB Kelurahan Sukamulya, Joko Widodo (Ketua Ranting Pemuda Pancasila Sukamulya), Ketua RW se-Kelurahan Sukamulya, Ketua BPPKB Talagasari, Ketua KKPMP Desa Talagasari, Ketua Satria Banten Desa Talagasari, Ketua PAC PSHT Kecamatan Cikupa, pengurus PAC BPPKB Kecamatan Cikupa, Lembaga Yaperma, Laskar Pendekar Banten, Awak Media Center Cikupa, serta jajaran Polsek Cikupa.
Dalam kesempatan itu, Angga Supriyadi selaku Ketua Satria Banten Desa Talagasari mengapresiasi inisiatif Polsek Cikupa. Menurutnya, langkah tersebut tepat untuk memperkuat koordinasi antarelemen masyarakat dalam menghadapi situasi pasca aksi unjuk rasa buruh, ojol, dan mahasiswa yang kerap berujung anarkis.
Aksi unjuk rasa memang dilindungi undang-undang, tetapi sangat disayangkan jika berujung anarkis, apalagi sampai membakar fasilitas umum dan melakukan penjarahan. Aspirasi harus disampaikan dengan damai, karena kalau berujung kerusuhan, yang rugi adalah kita semua,” ujarnya.
Menutup pertemuan, Kapolsek Johan kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan wilayah.
Mari kita jadikan Kecamatan Cikupa tetap aman, damai, dan kondusif. Semua pihak – tokoh masyarakat, ormas, pemuda, hingga media – harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Kamtibmas,” pungkas Kapolsek.
(red/Hariri)